Minggu, 26 Februari 2012

BAGAIMANA CARA MENANGANI LATIHAN PEMAIN USIA DINI ATAU USIA MUDA SESUAI FASE MENURUT TINGKATAN DAN USIANYA

BAGAIMANA CARA MENANGANI LATIHAN PEMAIN USIA DINI ATAU USIA MUDA SESUAI FASE MENURUT TINGKATAN DAN USIANYA

achwani
Print PDF
KRITERIA KELOMPOK UMUR

FASE I    Di bawah 8 tahun
Penting sekali jumlah sentuhan sebanyaknya pada bola untuk tiap-tiap pemain. Lapangan-lapangan yang kecil,melatih individual skill supaya meningkat keterampilannya tetapi dengan sedikit arahan, meskipun ada kendala tetapi harus selalu menciptakan suasana gembira pada pemain sehingga mereka menikmati permainan sepakbola. Organisasi dan persiapan latihan dan pertandingan dilakukan di lingkungan, koordinasi fisiknya baru dimulai.

Pertimbangan-pertimbangan mengorganisir latihan:
1.    Aktivitas social, persaudaraan, kerjasama ditonjolkan dalam kelompok ini.
2.    Tiap pemain dihargai sama dan mendapat perlakuan individu yang sama dari pelatih.
3.    Tiap pemain mendapat kesempatan yang sama dalam latihan game atau pertandingan.
4.    Kesenangan dan kegembiraan, keamanan kelompok dan percaya diri adalah elemen pokok yang menonjol.
5.    Tekanan untuk menang tidak boleh ada pada kelompok usia ini.
6.    Anak-anak pada kelompok usia ini selalu ingin bergerak dan selalu ingin aktif dan terlibat.
7.    Latihan dasar harus dibuat bervariasi sehingga tidak membosankan.
8.    Pemain boleh juga belajar dari trial error.
FASE II  8-10 tahun (fase pertama dari golden age)
Mengidolakan pahlawan, haus akan skill yang imaginatif, sifat advonturir yang memang menjadi tipe mentalkelompok usia ini dan selalu ingin meniru dan mengikuti tim yang sukses.
Sekolah adalah titik sentral dimana seorang anak yang sedang tumbuh  menghabiskan sebagian waktunya. Sekolah Sepakbola dan masuk perkumpulan / klub Sepakbola kemudian belajar bertanding sepakbola secara psikologis memberi motivasi kepada para pemain.
Pada kelompok usia ini, anak sudah mempunyai mental dan koordinasi fisik baik, pemain-pemain sudah secara psikologi dapat menerima pendapat dan dapat menguasai teknik dengan mudah dan meniru idola mereka sehingga meningkatkan kemampuan mereka meskipun mempunyai waktu belajar yang sedikit.
FASE III: 10-12 tahun (fase kedua dari masa belajar golden age)
Pemain muda yang berbakatpada kelompok usia ini, membutuhkan suatu klub Sepakbola untuk menjadi anggota atau suatu diklat untuk meningkatkan skill individunya dan memperkenalkan padanya suatu sepakbola yang kompetitif.
Pada usia antara 6-12, skill sepakbola yang benar dipelajari sambil bermain sepakbola/bertanding/game dibarengi dengan program dan metode serta rencana pendidikan yang bertanggungjawab.
Jadi dibentuk latihan yang disederhanakan dan festival /kompetisi dijalankan sebagaialat untuk mengembangkan skill teknik dan pengertian dasar teknik.
Bola harus jadi titik sentral dari aktivitas dengan banyak variasi dan kegembiraan. Sasarnnya adalah untuk memperlihatkan kepada anak-anak ini. Banyaknya perubahan-perubahan situasi pertandingan yang terus menerus yang mereka harus mengerti dan menguasai dengan cara diberikan demonstrasi dan diberitahu mengapa mereka harus berbuat demikian.
Pelatih yang telah berpengalaman melatih harus mampu melatih anak-anaknya secra metodik dan efektif tanpa menghilangkan antusiasme anak-anak tersebut.
Prioritas harus diberikanb kepada usaha-usaha yang langsung mendidik anak-anak danmerangsang skill dan kepribadian anak-anak tiap hari.
FASE IV: 12-14 tahun
Sekarang timbul perbedaan dalam proses perkembangan mental. Anak-anak mulai beranjak remaja dan berada pada macam-macamtingkat puber. Mereka mulai mempunyai perasaan memiliki, perasaan telah menghasilkan dan telah menyelesaikan sesuatu.
Pada tingkat awal pengembangan kebebasannya/kedewasaannya ia telah menjadi kritis terhadap dirinya sendiri dan anak-anak yang tumbuh dewasa muali peka terhadap pujian, STATUS DAN PENGAKUAN,. Anak remaja tadi mulai memilih idolanya dan mulai meniru semua karakter positif maupun negative.
Dengan metode latihan yang baik, yaitu menarik dan penuh tantangan, anak remaja tadi dapat mengatasi perubahan fisik akibat puber tadi dengan pengembangan situasi yang kritis.
Pemain remaja tadi belajar untuk menmpatkan kepentingan tim diatas kepentingannya.latihan dengan bermain small sidea games 4 v 4 sampai dengan sangat efektif untukmengembangkan permainan tim dan pengertian (game understanding) dan pergerakan umum yang digunakan nanti pada pemain 11 v 11 dan dilaksanakan atas dasar pengawasan tertentu oleh pelatih sehingga mempersiapkan anak untuk bermain pertandingan yang lebih besar.

KRITERIA MELATIH KELOMPOK UMUR
UMUR
TEKNIK
TAKTIK
FISIK
U - 6
Ukuran bola 3. aturan main sederhana. Elemen teknik adalah bagian dari permainan dan digunakan waktu latihan. Macam-macam teknik dikembangkan waktu latihan permainan (game).
Permainan mini, aturan sederhana, belum ada teknik, main bebas di lapangan kecil, macam-macam latihan dengan / tanpa bola.
Lari biasa dan senam dalam permainan. Permainan untuk senang dan dinikmati, otot dan peredaran darah, paru-paru terangsang sendiri. Tidak ada latihan kekuatan dan daya tahan.

U - 8

Dengan latihan , pemain mengembangkan gaya sendiri, menendang dan passing serta teknik-teknik dasar lainnya. Pelatih memberikan saran yang sederhana. Ukuran bola no.3.

Permainan mini 3v3, 4v4 dan mulai perkenalkan maksimum 7v7. haruskan pemain-pemian menyebar waktu menyerang, mulai mengenal taktik sederhana. Menikmati dan mengenal pengalaman.

Dari permainan sederhana menuju permainan tim dalam latihan lari, tujuan untuk meningkatkan kecepatan reaksi mulai mengenal perenggangan supaya otot lebih elastis untuk lari.

U – 10

Latihan teknik perorangan sederhana tanpa lawan. Perhatian pada kontak yang benar pada bola dan pengembangannya pada gerakan motorik yang benar dalam teknik dasar. Ukuran bola no.3.

Permainan mini 3v3, 4v4, 5v5. pengertian mengenai konsep dasar penyebaran, support menolong teman dan menjaga lawan. Mulai organisasi permainan pengertian prinsip dasar permainan.

Kelenturan, flexibility, kecepatan reaksi, adu lari secara tim dalam permainan yang mneyenangkan tetapi bersifat kompetisi, latihan fisik umum dengan aktivitas lari.

U – 12

Latihan sederahana tanpa lawan untuk perorangan dan teknik yang lebih tinggi kelasnya telah berkembang setelah latihan dengan lawan secara teratur atas dasar permainan mini 3v1, 5v2. Ukuran bola no.4.

Lanjutkan permainan mini 4v4, 6v6, 8v8. tujuan latihan: pengertian konsep dasar: penyebaran pemain di lapangan, permainan support, pergerakan pemain menyerang dan bertahan yang sangat sederhana.

Lebih banyak dinamika dalam senam, lari biasa latihan dengan teman untuk mengembangkan kecepatan, kecepatan reaksi dalam kompetisi antar grup/tim dan mulai pengenalan dengan latihan endurance.

U – 14

Lanjutkan latihan teknik tanpa lawan untuk menghaluskan teknik dan menambahkan volume kecepatan dalam latihan dengan lawan dalam kelompok kecil untuk tingkatkan pengambilan keputusan, berfungsinya skill bila mendapat tekanan.

Lajutkan mini games 4v4, 6v6, 8v8 menuju kepada 11v11. tujuan latihan: Lanjutkan pengembangan taktik kelompok, wall pass delays dan kemudian lanjut dengan prinsip-prinsip bermain bola.

Spirit dari kompetisi jadi lebih menonjol dalam tim, jarak diperpanjang, lanjut pengembangan kecepatan, agility dan flexibility banyaknya laatihan dapat ditingkatkan.

U – 16

Lanjutkan peningkatan kemampuan teknik, penghalusan skill-skill yang telah dikuasai. Tingkatkan kecepatan dalam latihan dengan lawan dan tingkatkan jumlah pemain.

Lanjutkan mini games dan tingkatkan keterlibatan dalam 11v11. tujuan latihan: pengertian akan prinsip bermain, fungsi dari tiapposisi dan kemampuan skill sehubungan dengan posisi tersebut.

Latihan fisik umum, tingkatkan volume dan intensitas pengembangan fisik, kecepatan, daya tahan dan kekuatan.

Pemanasan (10-15 menit)
Suatu pemanasan yang efektif dan mempunyai tujuan yang jelas adalah sangat penting sebelum latihan inti dilaksanakan. Pemanasan pada dasarnya menyiapkan tubuh untuk dapat melaksanakan latihan ini denganbaik pada waktu latihan kemudian.

Pemanasan mencakup peningkatan detak jantung, peningkatan pernafasan dengan jogging, berlari dengan speed, latihan koordinasi.

Pemanasan dapat juga dilaksanakan dengan sendiri, dengan pelatih ataupun pemain yang paling berpemgalaman di anatar sesamanya ataupun dapat dilaksanakan dengan kelompk-kelompok kecil.

Pemanasan tidak boleh terlalu lama, cukup 10-15 menit.
Bola dapat digunakan dalam pemanasan tetapi dengan pengawasan yang cermat jangan sampai akselerasi dilaksanakan sebelum diadakan starching (flexibility) sehingga dapat menyebabkan cedera otot,ligament maupun tendon.

Pemanasan harus dilaksanakan secara progresif dan logis, perenggangan otot yang besar kemudian baru otot yang kecil.

Latihan dengan bola (15-20 menit)
Latihan dengan bola bisa berupa latihan teknik bisa juga berupa taktik. Latihan sederhana untuk meningkatkan teknik passing atau teknik control bola dapat digunakan sebagai contoh untuk meningkatkatkan intensitas latihan. Pelatih dapat menggunakan bagian ini untuk meningkatkan teknik dan skill relefan dengan gaya permainan yang dianut oleh timnya.

Permainan possession  football dapat digunakan untuk meningkatkan teknik dan taktik yang efisien sehubungan keterampilan teknik tadi dan juga meningkatkan kemampuan fisik.

Latihan dengan bola dapat juga dilakukan sesuai dengan gaya permainan tim dengan menambah umpannya wall pass, through pass. Permainan kombinasi yang dimasukkan dalam permainan possession football tadi yang jumlah pemainnya bisa bervariasi, bisa 4 v 4 ataupun 5 v 3.

Taktik kerja sama tim (30 – 40 menit)
Pada bagian ini, latihan difokuskan pembetulan permainan tim yang salah. Memperkenalkan taktik baru atau menghaluskan taktik yang sudah ada dapat dimasukkan di bagian latihan ini. Kelompok pemain-pemain ataupun seluruh tim harus dilibatkan pada bagian latihan ini dan di sinilah kelompok ataupun seluruh tim dididik secara sangat jelas dan cermat akan fungsinya pada saat tertentu danjuga dikembangkan sampai dengan 11 v 11 dengan kondisi dipimpin oleh pelatih (coached game)

Dan bagian ini adalah yang paling menentukan (penting) dari seluruh sesi dalam meningkatkan pengertian tim dan kerja sama tim.

Latihan tidak boleh tidak, harus ada dan merupakan program harian yang harus dilaksanakan oleh tiap tim senior kecuali ada alasan kuat untuk berbuat demikian. Hanya bermain 11 v 11 tanpa input dari pelatih tidak ada gunanya kecuali kalau digunakan oleh elatih sebagai observasi untuk mengetahui apakah taktik yang diajarkan telah dimengerti seluruhnya.

Latihan teknik (20 – 30 menit)
Pada bagian latihan ini dapat dipergunakan permainan bebas 6 v 6, ataupun 11 v 11. periode dapat diberikan kepada pemain bermain bebas atau untuk menggunakan suatu teknik-teknik dan skill serta taktik yang baru dipelajari pada session sebelumnya. Juga session ini dapat digunakan untuk mempraktekan teknik-teknik dasar dan aspek-aspek penting dalam permainan bola yang baik, seperti crossing, finishing dan pertahanan 1 v 1 dll, yang dianggap penting untuk sukses football harus dilaksanakan pada session ini.

Lagi-lagi memilih skill yang relevan dengan gaya permainan tim harus menjadi yang paling dipikirkan oleh pelatih.

Cool – Down (5 - 10 menit)
Ada alasan fisiologi yang tepat mengapa pemain harus melakukan cool-down setelah latihan. Jogging ringan dan stretching harus dilaksanakan untukmenutup latihan hari yangbersangkutan, supaya pemain dapat relax secara fisik dan mental sehabis melaksanakan latihanyang berat tetapi menghasilkan kondisi yang maksimal untuk dapat melanjutkan latihan berikutnya sesuai dengan program pelatih.

Waktu Latihan:
Latihan diperkirakan 1,5 jam dengan demikian pembagian waktu sbb:
1. Pemanasan                          10 - 15 menit
2. Latihan dengan bola              15 - 20 menit
3. Taktik tim                            30 - 45 menit
4. Latihan teknik                      20 - 30 menit
5. Cool-down                             5 - 10 menit
=     80/120 menit.
Latihan untuk kelompok usia bisa disesuaikan seusia kelompok usianya, misalnya 60/75 menit.
Sumber : Bid. Teknik PSSI, 2002.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar